Archive for the Foto Category

SIA

Posted in Abstrak Jurnal, Bahan Kuliah Manajemen, Foto, Jurnal, KUESIONER, ppt, skripsi, Uncategorized with tags , , on Oktober 12, 2012 by Admin

ABSTRAK Nanggroe Aceh Darussalam merupakan daerah yang masyarakatnya sangat rajin menabung. Berdasarkan data yang didapatkan dari Kantor Badan Pusat Statistik sebelumnya perbankan di kota Banda Aceh memiliki kapabilitas personal dengan skill yang berkualitas dan mempunyai produk seperti: tabanas, pinjaman atas Modal Usaha dan deposito dan lain – lain. Seperti yang kita ketahui saat ini sistem perbankan di NAD sangat maju dan canggih dengan didasarkan oleh prinsip organisasi dan prinsip akuntansi serta undang – undang pemerintahan yang disiplin dan aman. Dengan diukur adanya Kapabilitas Personal, Formalisasi Pengembangan Sistem, Dukungan Top Manajemen terhadap Pengguna SIA(Studi Empiris Pada Perbankan di Kota Banda Aceh) Populasi penelitian ini adalah semua personal bagian Akuntansi yang dijuluki sebagai pengguna SIA pada perbankan di Kota Banda Aceh. Masing – masing personal SIA adalah personal yang telah mampu mengaplikasikan sistem informasi akuntansi agar dapat meningkatkan kesempurnaan kinerja mereka. Jumlah populasi adalah pengguna SIA pada perbankan di Banda Aceh rata – rata 320 orang masing – masing pengguna SIA diambil dari 13 golongan perbankan yang ada di kota Banda Aceh.Jumlah sample yang diperoleh pada penelitian ini sebanyak 77 orang. Dari hasil pengolahan data diperoleh nilai koefisien korelasi (R) 0.798 yang menunjukkan bahwa derajat hubungan antara variabel bebas dengan variabel terikat sebesar 79.8%. Selanjutnya diperoleh nilai koefisien determinasi (R2) = 0.636. Artinya sebesar 63.6% perubahan-perubahan Pengguna SIA karyawan dapat dijelaskan oleh perubahan-perubahan dalam faktor kapabilitas personal (x1), Formalisasi Pengembangan Sistem (x2), Dukungan Top Manajemen (x3). Sedangkan selebihnya yaitu sebesar 36.4% dijelaskan oleh faktor-faktor variabel lain diluar daripada penelitian ini. Key word: Kapabilitas Personal, Formalisasi Pengembangan Sistem, Dukungan Top Manajemen,

Iklan

More than just self-employment

Posted in Foto with tags , on Februari 6, 2009 by Admin

We make assumptions about wealth. For instance, pursuing it means accumulating its symbols, such as money or assets. That’s a confi ning assumption. Being a wealthy person is actually about knowing what we can do and getting the most out of that capacity. When we think of wealth this way, we look for the most in ourselves and from ourselves and, like as not, end up achieving beyond what we thought was possible.
Now, four years on, entrepreneurship has become a viral idea, spreading to everyone it touches. But I am seeing some fundamental misunderstandings abut it, especially among young people. Mistakes happen when any fad spreads rapidly, so misunderstandings are, well, understandable. But addressing these misunderstandings is still a priority.
First, I want to set the record straight and warn the younger generation. All you newly employed college graduates, we don’t become entrepreneurs simply by leaving our current jobs or, for that matter, our present bosses. We can still behave entrepreneurially as a professional, even if we work for the government. In that setting entrepreneurship means contributing innovatively and creatively to the organizations we work for. Vision does not depend on the work place, it depends on care, hard work and positive thinking. I learned most of what I know now from the companies, both the small and the big, that hired me when I was fi rst out in the work force.

PERSEPSI AKUNTAN TERHADAP OVERLOAD STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN (SAK) BAGI USAHA KECIL DAN MENENGAH

Posted in Foto with tags , , , on November 7, 2008 by Admin

Wahdini
Suhairi

Abstract
Financial statement in small and mediums enterprises (SMEs) is low. It is probably resulted by overload of Standar Akuntansi Keuangan (SAK) for SMEs. This paper is preliminary research to analyze the perception of Accountant who work for banks and taxes towards the necessity of SMEs and Large Firms to follow the guidance of SAK in preparing financial statement. Research on 62 respondents found that SAK is overload for SMEs. Further research is suggested to vary and enlarge the number of respondents as for publics accountants and accountants who work for banks and taxes.

Keyword: Small and Medium Enterprise, SME, Standar Akuntansi Keuangan, SAK, Overload.

PENGARUH UKURAN PERUSAHAAN, PERTUMBUHAN, DAN PROFITABILITAS PERUSAHAAN TERHADAP KOEFISIEN RESPON LABA DAN KOEFISIEN RESPON NILAI BUKU EKUITAS: STUDI PADA PERUSAHAAN MANUFAKTUR DI BURSA EFEK JAKARTA

Posted in Foto with tags , , , on November 7, 2008 by Admin

Zahroh Naimah (Fakultas Ekonomi Universitas Airlangga)
Siddharta Utama (Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia)

ABSTRACT
The objective of this study is to examine the value relevance of accounting earnings and book value of equity in explaining stock price. The study is aimed to identify the factors that influence earnings response coefficient and equity book value coefficients. The factors are firm size, profitability, and growth. The results show that accounting earnings and book value of equity are positively associated with stock price. This results support the prior studies that accounting earnings and book value of equity have value relevance (Ohlson, 1995; Burgthaler and Dichev, 1997, etc). Accounting earnings and book value of equity are useful to explain stock price changes. The results of this study are consistent with previous studies that earnings response coefficient is greater in large firms (Chaney and Jeter, 1992), the firms that have higher profitability (Burghtahler and Dichev, 1997) and high growth (Zhang, G, 2000).
Keywords: earnings response coefficients, book value response coefficients, firms size, growth, and profitability.

Download

http://www.ziddu.com/download/2604857/K-AKPM12.pdf.html

ANALISA HUBUNGAN INDEX HARGA SAHAM GABUNGAN (IHSG) JAKARTA (JSX), LONDON (FTSE), TOKYO (NIKKEI) DAN SINGAPURA (SSI)

Posted in Foto with tags , , , on November 4, 2008 by Admin

Pendekatan Model Ekonometri – Autocorrelation Condition Heteroscedasticity (ARCH) / Generalized Autocorrelation Condition Heteroscedasticity (GARCH) Dan Vector Autoregression (VAR) – Suatu studi
empiris tahun 2000 – 2005

LUDOVICUS SENSI WONDABIO
Program Doctoral – Program Ilmu akuntansi
Fakultas Ekonomi Universitas Indonesia

ABSTRACT

The objective of this research is to analyze the relationship between Jakarta’s Stock Price Index (JSX) and London Stock Price Index (FTSE), Tokyo Stock Price Index (NIKKEI) and Singapore Stock Price Index (SSI) using Econometric Model of Autocorrelation Condition Heteroscedasticity (ARCH) / Generalized Autocorrelation Condition Heteroscedasticity (GARCH) and Vector Autoregression (VAR) for the years 2001 – 2005. Based on the result of this research, the pattern of relationship between JSX and FTSE, NIKKEI and SSI has a difference pattern and unique characteristics. FTSE and NIKKEI have a significant impact to JSX but JSX did not have impact to FTSE and NIKKEI. This condition has approved that the developed countries has a significant impact to the economy of developing country. The relationship between JSX and SSI has a negative impact to JSX.

Key words: Stock Price Index, Capital Market, ARCH/GARCH and VAR
Data availability: Data used in this research are derived from publicly available.

Download

ANALISIS KEBUTUHAN PASAR DAN PREDIKSI PENJUALAN

Posted in Foto on Mei 15, 2008 by Admin

Oleh: Muis Fauzi Rambe*1 )
Abstrak: Menganalisis kebutuhan pasar merupakan salah satu aktivitas penting bagi
perusahaan terutama untuk Bagian Pemasaran. Informasi yang datang dari pasar
dijadikan landasan untuk melakukan produksi, berapa produk yang harus disediakan
untuk pasar. Dengan melakukan prediksi dari informasi hasil analisis kebutuhan
pasar, maka dapat pula diperkirakan tingkat penjualan karet pada masa mendatang,
sehingga perusahaan mampu mempersiapkan untuk penjualan yang diramalkan
tersebut.
Kata Kunci:Analisis Kebutuhan Pasar, Prediksi Penjualan.

Reintegrasi “Mahkota” Perdamaian Aceh

Posted in Foto on April 19, 2008 by Admin

Serambi Indonesia
Kamis, 15 November 2007

Banda Aceh, 14/11 Pelaksanaan reintegrasi di Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) sangat menentukan proses perdamaian yang sedang berjalan, kata Pakar sosiologi Dr Humam Hamid. “Apabila proses reintegrasi ini tidak berjalan sesuai dengan yang diharapkan, dikuatirkan akan menimbulkan konflik baru di Aceh,” katanya pada diskusi tentang demokrasi dan membangun Aceh Baru di Banda Aceh, Rabu (14/11). Proses reintegrasi Aceh harus berjalan baik, sehingga kebijakan yang tertuang dalam butir-butir MoU Helsinki dapat dilaksanakan sesuai dengan harapan masyarakat di provinsi tersebut. Menurut Ketua badan pekerja Aceh Recovery Forum (ARF) itu, proses reintegrasi merupakan “mahkota” dalam perdamaian Aceh ke depan, sehingga pelaksanaannya harus mendapat perhatian serius dari pemerintah dan elemen masyarakat. Dari beberapa evaluasi, kesiapan Badan Reintegrasi Damai Aceh (BRA) untuk memastikan target grup baik GAM kombatan dan non kombatan, masyarakat korban konflik dan pelanggaran HAM, dan sejumlah unsur PETA yang disepakati, belum memiliki angka yang pasti. Ketidakjelasan angka ini akan memicu berbagai hal, mulai dari penyalahgunaan anggaran sampai dengan kekecewaan massal akibat dari harapan yang berlebihan, yang sesungguhnya tidak mesti terjadi jika dari sejak awal ada kejelasan tentang status dan perlakukan, katanya. Ia juga menyatakan, proses reintegrasi yang akan dilakukan bukanlah sekedar distribusi uang yang selama ini dilakukan, tetapi harus bertumpu pada pendekatan multi sektor, ekonomi, sosial, politik, dan hak asasi manusia. Dosen Fakultas Pertanian Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh itu menyatakan, tujuan mulia dari pelaksanaan reintegrasi adalah proses kembalinya kombatan dan elemen yang terkait dengannya ke komunitas dan semua komponen akan memulai hidup normal dan damai dalam makna yang sebenarnya. Oleh karena itu, proses pembinaan, peningkatan keterampilan sesuai dengan bidang yang diminati, dan peluang untuk melanjutkan pendidikan bagi korban konflik merupakan hal yang harus mendapat perhatian, ujarnya. Ia menyatakan, ancaman terhadap perdamaian dan reintegrasi Aceh masih sangat banyak, baik itu yang menyangkut proses implementasi MoU maupun pembangunan di Aceh dan seputar Undangundang Pemerintahan Aceh (UUPA). Potensi konflik dalam hal UUPA juga akan berpeluang terjadi ketika derivasi undang-undang menjadi paraturan pelaksanaan atau peraturan presiden yang dibuat oleh pemerintah pusat dan ketika DPR Aceh membuat qanun (peraturan daerah) yang merujuk pada UUPA. Penafsiran-panafsiran yang dilakukan, baik pemerintah pusat maupun DPRA akan sangat terbuka untuk munculnya perbedaan pandangan, walaupun kedua pihak tetap bersikukuh untuk menyatakan rujukan mereka adalah UUPA adalah rujukan yang sangat benar, ujarnya. Reduksi, penyimpangan, dan penambahan yang akan menjadi acuan implementasi UUPA tetap saja menjadi benih konflik yang akan mengganggu, bahkan dapat menggagalkan proses perdamaian yang sedang dijalankan, kata Humam. “Kita semua tidak pernah mampu membayangkan seandainya perdamaian Aceh kali ini akan gagal, apalagi jika kegagalan telah kita sadari dari awal melalui lokus-lokus yang telah diketahui dan disepakati. Alangkah tidak beruntungnya masyarakat kalau tragedi konflik kembali hadir ke Aceh,” katanya.(ant)