MUSASHI

angin pusaran sedang mendekat. Dan semakin mendekat. Baris-baris penunggang kuda
sehitam jelaga meluncur langsung menuju mereka berdua.
“Bajingan! Mereka kembali!” kata Matahachi sambil terus mengangkat lutut, seolah-olah
bersiap melompat. Takezo langsung menangkap pergelangan kakinya, hingga hampirhampir
mematahkannya, serta merenggutnya ke bumi.
Dalam sekejap mata, para penunggang kuda sudah terbang melewati mereka. Beratusratus
kaki kuda yang berlumpur dan menyimpan maut mencongklang dalam formasi,
menyepelekan para samurai yang sudah tewas. Sambil memperdengarkan pekikanpekikan
perang, dan dengan zirah serta senjata berdentingan, para penunggang kuda itu
melaju terus.
Matahachi berbaring menelungkup dengan mata terpejam, dengan harapan kosong
semoga mereka tidak terinjak-injak, sedangkan Takezo menatap tanpa berkedip ke langit.
Kuda-kuda itu begitu dekat dengan mereka, hingga mereka dapat mencium bau
keringatnya. Kemudian semuanya berlalu.
Secara ajaib mereka tidak terluka dan tidak dikenali, dan untuk beberapa menit lamanya
keduanya tinggal diam tak percaya.

mau lengkap download aja ……. eiji_yoshikawa_-_musashi_indonesia_01-14.pdf

Tinggalkan Pesan anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: