Edensor (Buku Ke tiga Dari Laskar Pelangi)

Jika hidup ini seumpama rel kereta api dalam eksperimen
relativitas Einstein, maka pengalaman demi pengalaman
yang menggempur kita dari waktu ke waktu adalah cahay;
i yang melesat-lesat di dalam gerbong di atas rel itu. Relativitasnya
berupa seberapa banyak kita dapat mengambil pelajaran
dari pengalaman yang melesat-lesat itu. Analogi eksperimen
itu tak lain, karena kecepatan cahaya bersifat sama
dan absolut, dan waktu relatif tergantung kecepatan gerbong—
ini pendapat Einstein—maka pengalaman yang sama
dapat menimpa siapa saja, namun sejauh mana, dan secepat
apa pengalaman yang sama tadi memberi pelajaran pada
seseorang, hasilnya akan berbeda, relatif satu sama lain.
Banyak orang yang panjang pengalamannya tapi tak
kunjung belajar, namun tak jarang pengalaman yang pendek
mencerahkan sepanjang hidup. Pengalaman semacam
itu bak mutiara dan mutiara dalam hidupku adalah lelaki
yang mengutuki hidupnya sendiri, namanya Weh.

Lengkapnya anda dapat download di file dibawah ini

andrea_hirata_-_edensor_01-03.pdf

Tinggalkan Pesan anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: