Renungan

Manakala engkau terseok-seok sendirian ditengah peta kumal serta kuyup yang membasahi kelopak mata. Manakala kakimu terkial-kial tidak pasti kemana akan melangkah. Manakala segala huruf yang pernah kau baca dan hafal telah berubah menjadi titik yang teramat hitam.Manakala dunia telah berubah menjadi sebuah negeri yang teramat bising dan ngeri. Manakala hatimu disarati sedih yang tak berkesudahan. Duhai…kenapa engkau bersedih terhadap sesuatu yang kecil sedangkan sesuatu yang teramat besar senantiasa menantimu.Jika engkau masih memiliki CINTA maka penuhilah “panggilan cinta” itu dengan sempurna_jangan berpaling dari cinta hanya karena melihat “gerimis”_Cukuplah kerinduan sebagai penghantar bagimu_Ambillah secercah cahaya cinta lalu berjalanlah dengannya_Katakanlah, sahabat ku wahai jiwa…Bersabarlah untuk sesaat_Keletihan hanyalah sesaat lalu berakhir.

Mendidik bukan hanya dengan nasihat saja. Sebab yang menjadi sukses adalah memberikan contoh dengan perbuatan yang baik. Sesuai dengan apa yang dikatakannya. Jangan lain di kata lain di perbuatan.(Jakarta/15 Agustus 2006)

Tinggalkan Pesan anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: