Mengapa Aku

matamu memandang mataku,

jemarimu menyentuh jemariku, kau tersenyum, aku tersipu;

awal kasih yang sederhana,

karena

Sayangmu tak lebih dari sepenggal pagi

yang selalu membangunkan

kau singkap kelambu hatiku,

kau tuang anggur dalam cawanku,dua centi meter dari dasarnya,

‘aku tak ingin kau mabuk’, katamu

karena

Sayangmu tak lebih dari seberkas cahaya yang menemani malam

tak ada rangkaian kata yang mempesona,

kata-kataku tenggelam dalam dekapmu,

kata-katamu karam dalam rengkuhanku,

detakhatimu gemuruh dadaku, meletup namun tak menggores, beriak namun tak jadi gelombang,

berayun lembut,

mengatupkan mataku matamu dalam indah

yang tak menjulang

karena

Sayangmu tak lebih dari seteguk air yang menghapus dahagaku

kau tak biarkan sedihku menjadi tangis,

kau tak biar tawaku jadi lupa,

kau tak pernah pasangkan pasung di kakiku agar

aku bisa berjalan, berlari, kau tak pernah ikatkan rantai di tanganku,

agar aku bisa genggam dunia,

meraih harapan,

karena

Sayangmu selimut yang menentramkan

kau biarkan aku:

pergi dan datang dalam puisimu

memilih syair menulis kisah sendiri

karena

Sayangmu angin yang membimbing <!–[if gte vml 1]&gt; &lt;![endif]–><!–[if !vml]–><!–[endif]–>

kau bebaskan aku

jadi jiwa mandiri

karena itu

aku sayang padamu

sungguh…aku sayang padamu

Tinggalkan Pesan anda

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: