Arsip untuk perampokan

Rampas Mobil Anggota DPRK Polisi Tahan Tiga Anggota KPA Nagan

Posted in Berita with tags , on Mei 2, 2008 by Admin

Rampas Mobil Anggota DPRK
Polisi Tahan Tiga Anggota KPA Nagan
* Kapolres: Juragan dan Wan Di-DPO

[ rubrik: Serambi | topik: Kriminalitas ]

JEURAM – Polres Persiapan Nagan Raya telah menahan tiga anggota Komite Peralihan Aceh (KPA) kabupaten setempat yang diduga terlibat kasus perampasan dan ancaman terhadap Zuhri, anggota DPRK di wilayah itu. Kecuali itu, dua anggota lainnya yang diduga kuat terlibat dalam kasus itu kini telah dimasukkan ke dalam daftar pencarian orang (DPO).


Ketiga tersangka yang kini mendekam di tahanan Mapolres Persiapan Nagan Raya itu adalah Sofyan alias Dek Yan, Ilham Saputra alias Tgk Ham, dan Rosmaliadi alias Dek Gam. Sedangkan dua rekan mereka yang kini dinyatakan DPO adalah Samsuardi alias Juragan dan Wan Meurentang. Namun, sejauh ini pihak polres tidak merinci kapan persisnya ketiga tersangka itu ditahan dan kapan pula dua tersangka lainnya di-DPO.

Kapolres Persiapan Nagan Raya, Kompol Adi Marwan, kepada Serambi, Jumat (2/5) hanya menjelaskan bahwa ketiga tersangka yang kini mendekam di mapolres tersebut masih menjalani pemeriksaan, sedangkan dua rekannya terus diuber polisi. “Kita tetap tuntaskan kasus ini. Saya tidak main-main dengan pelaku yang terlibat tindak kriminal,” tegasnya.

Menurut Adi Marwan, awal mula kasus itu terjadi 26 Februari 2008 saat anggota DPRK Nagan Raya, Zuhri, pulang dari Meulaboh, ibu kota Aceh Barat, menuju rumahnya di Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya. Saat melintas di suatu tempat, anggota dewan itu dicegat pakai mobil Taft hitan BK 1497 BS. Sedangkan mobil yang dikendarai Zuhri jenis Nissan Terrano B 7955 NB dirampas komplotan tersebut. Sedangkan ia disuruh pulang berjalan kaki.

Setelah kejadian itu, Zuhri melapor ke Mapolres Persiapan Nagan Raya. Dalam waktu singkat pihak kepolisian bergerak ke lapangan dan berhasil menciduk ketiga tersangka yang diduga kuat terlibat dalam aksi perampasan dan pengancaman tersebut. Sedangkan kedua rekannya kabur dan hingga kini terus diburu polisi.

Minta uang

Menurut Kapolres Adi Marwan, komplotan itu meminta uang tunai kepada Zuhri Rp 400 juta yang berasal dari dana Koperasi KSU Geutanyoe yang dikelola oleh anggota dewan tersebut. Koperasi itu beralamat di Desa Alue Bilie, Kecamatan Darul Makmur, Nagan Raya. Namun, permintaan itu tak dipenuhi Zuhri, sehingga komplotan tersebut menyandera mobilnya.

Tak lama berselang, pihak Reserse dan Kriminal (Reskrim) Polres Persiapan Nagan Raya berhasil membekuk ketiga pelaku dia suatu tempat. Polisi juga mengamankan dua unit mobil, masing-masing Nissan Terrano milik Zuhri dan mobil Taft yang diyakini digunakan komplotan tersebut melakukan perampasan dan ancaman.

Menurut Kapolres, ketiga tersangka dibidik dengan Pasal 368 jo 335 jo 55 dan 56 KUHPidana. Perbuatan yang dilakukan komplotan tersebut, menurut Kapolres, murni tindak kriminal.

Pun demikian, pihak kepolisian hingga kini terus mengejar Samsuardi alias Juragan dan Wan Meurentang guna menuntaskan kasus tersebut secara hukum.

Di sisi lain, Kapolres Adi Marwan juga mengimbau tersangka yang sudah di-DPO itu agar menyerahkan diri secepatnya, karena polisi yakin akan berhasil menangkap mereka. “Saya akan tangkap mereka dan tetap akan menutaskan kasus ini hingga ke pengadilan,” janji Adi Marwan.

Beberapa sumber Serambi menyebutkan, setelah melarikan diri dari Nagan Raya, Juragan sering muncul di Banda Aceh, namun tak jelas apa yang dia lakukan.

Juragan sebelum kasus ini mencuat dikenal sebagai orang yang getol menggerakkan oposisi terhadap Bupati Nagan Raya, Teuku Zulkarnaini dan sekali waktu pernah sesumbar akan mengkudeta Teuku Zul yang dinilainya terlibat kasus money loundering (pencucian uang) saat pilkada tahun 2006. (di)

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 799 pengikut lainnya.